Selasa, 03 September 2019

Sekolah Terbaikku

Tuesday, November 20th 2018
            Ibu adalah sekolah pertama untuk anak-anaknya...”
            Kalimat itu sudah menjamur di kalangan masyarakat. Oleh karena itu seorang Ibu memiliki persiapan ilmu ketika calon anaknya akan lahir di dunia. Semua Ibu bahkan ingin anakanya menjadi anak ynag pintar. Meski itu bukanlah suatu prioritas utama. Tapi, Ibu mana yang tak bangga ketika mendengar anaknya berprestasi? Pada akhirnya berbagai cara akan di tempuh sorang Ibu untuk meraihnya.
            “Anak ini kalo belajar, ya belajar sendiri bu , nggak ada yang ngajarin. La orang uminya ngajarin kakaknya baca, eh, malah adeknya yang bisa baca duluan.” Itu jawaban umi yang sering kudengar ketika para tetanggaku berpendapat.
            “E,..Hana kok pinter ya,,!
            Aku hanya bisa diam mendengarnya. Ingin rasanya aku menjawab. Mengatakan yang sebenarnya. Karena pada kenyataannya tidak seperti itu.
            Untuk soal belajar membaca, Ayahlah yang lebih berperan di dalamnya. Aku ingat ketika aku kecil, entahlah berapa umurku waktu itu. Ada sebuah acara pernikahan kakak sepupu umi di kota Blitar. Kami semua tidak bisa berangkat sama-sama waktu itu, Keputusan jatuh ditangaan Ayah. Dan akhirnya ayahlah yang berangkat. Tapi ayah tidak berani mengajak kedua saudaraku yang mabuk kendaraan. Karena itu sangat merepotkan. Alhasil Ayah memutuskan mengajakku pergi.

Tidak ada komentar:

Sebutir Kurma

"Mbak liat video yang kemaren itu yuk..." "Video yang mana dek?" "Itu Lo mbak yang ada tiga.. aku aja masih inget. ...