Tuesday, November 20th
2018
Ibu adalah
sekolah pertama untuk anak-anaknya...”
Kalimat
itu sudah menjamur di kalangan masyarakat. Oleh karena itu seorang Ibu memiliki
persiapan ilmu ketika calon anaknya akan lahir di dunia. Semua Ibu bahkan ingin
anakanya menjadi anak ynag pintar. Meski itu bukanlah suatu prioritas utama.
Tapi, Ibu mana yang tak bangga ketika mendengar anaknya berprestasi? Pada
akhirnya berbagai cara akan di tempuh sorang Ibu untuk meraihnya.
“Anak ini
kalo belajar, ya belajar sendiri bu , nggak ada yang ngajarin. La orang uminya
ngajarin kakaknya baca, eh, malah adeknya yang bisa baca duluan.” Itu jawaban
umi yang sering kudengar ketika para tetanggaku berpendapat.
“E,..Hana
kok pinter ya,,!
Aku hanya
bisa diam mendengarnya. Ingin rasanya aku menjawab. Mengatakan yang sebenarnya.
Karena pada kenyataannya tidak seperti itu.
Untuk soal
belajar membaca, Ayahlah yang lebih berperan di dalamnya. Aku ingat ketika aku
kecil, entahlah berapa umurku waktu itu. Ada sebuah acara pernikahan kakak
sepupu umi di kota Blitar. Kami semua tidak bisa berangkat sama-sama waktu itu,
Keputusan jatuh ditangaan Ayah. Dan akhirnya ayahlah yang berangkat. Tapi ayah
tidak berani mengajak kedua saudaraku yang mabuk kendaraan. Karena itu sangat
merepotkan. Alhasil Ayah memutuskan mengajakku pergi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar