Selasa, 11 Februari 2020

Aku Sudah Siap

Ini bukan kali pertama aku ditinggal. Kali kedua aku ditinggalkan.  Sebenarnya ini bukan soal dia yang pergi.  Lebih kepada beban yang aku pikul serasa lebih berat.  Kenapa aku lupa?
Ketika akhirnya seseorang mengingatkanku. Akan hal yang pernah akau katakan dulu.
Enam tahun lalu. Ketika aku baru masuk di sekolah baru.  Lingkungan baru.  Bahasa baru.  Dengan semua orang orang baru.  Dan gaya hidup yang baru.  Semua orang tahu ini berat.  Bahkan untuk anak seumuran lulus SMP.  Meski aku tidak sendiri.  Dia temanku sati sekolah SMP.  Aku tidak terlalu akrab.  Tapi tidak untuk saat itu.  Mulai detik itu.  Dia adalah yang paling berarti.  Semua kegiatan dia di sisiku. Aku tahu akau tak sendiri.  Jadi aku merasa tak pelu takut.
Ada hala yang aku lupakan saat itu.  Dia memang tak pernah merasa nyaman di tempat ini.  Sama halanya denganku. Tapi aku tak peduli.  Asalkan aku tidak merasa sendiri.  Itu sudah cukup baik.  Tapi todak bagi dia.  Ditambah dia memiliki kemungkinan untuk. Akhirnya dia pergi.
Apa alu sedih?  Ya...aku sangat sedih.
Tapi ternyata. Tanpa kusadari Allah tahu aku sudah siap.

Di kelas lima.
Aku tidak tahu. Untuk apa aku dipilih sebagai ketua sebuah organisasi besar di SMA. Aku tahu Allah punya alasan.  Tapi aku merasa aku belum siap.  Tapi perasaanku tidak salah. Aku memang belum siap. Karena waktu itu aku tidak benar benar menjadi ketua organisasi. Dia salah seorang temanku.  Seorang yang menurutku pantas. Dan aku adalah patner kerjanya. Tidak mudah. Karena suatu hubungan pasti akan ada perselisihan. Besar dan kecil tergantung si tokoh dalam menyikapinya. Dan aku mersa baik baik saja sejauh ini. Tapi semua tak berlangsung lama.  Siapa yang akan menyangka si ketua akan menyerah berjuang di sekolah ini? Dan dia benar benar pergi meninggalakan tugas besarnya. Memberikan kepadaku.  Si manusia lemah sebagai wakilnya. Dan saat itu pula aku menyadari. Allah tahu aku sudah siap.

Dan ini kali ketiga. Ada suasana yang berbeda membuatku merasa berbeda pula.
Tapi kali ini aku juga tahu.
Allah bahakan lebih tahu. Bahwa aku sudah siap.

Siapapun kamu.... Kamu adalah orang yang berharga.  Hanya saja kamu perlu siap menerima sesuatu yang tidak pernah sekalipun kamu duga....😅🤗🤗

Semangat kawan....!!!!!!

Tidak ada komentar:

Sebutir Kurma

"Mbak liat video yang kemaren itu yuk..." "Video yang mana dek?" "Itu Lo mbak yang ada tiga.. aku aja masih inget. ...