Rabu, 27 November 2019

Perjalanan Menjenguk Masa Lalu


Pagi itu,
Aku Akhirnya benar-benar pulang. Pagi itu, dengan kereta api Logawa Jember-Kutorjo. Aku menaiki dengan pasti. Duduk bersandar. Entah sudah berapa jam lamanya aku menunggu sampai kereta bergerak. Kebetulan beberapa bulan yang lalu jam tanganku mati. Aku tidak tahu pasti. Awalnya aku ragu pergi tanpa petunjuk waktu. Handphoneku juga rusak parah. Tapi, apa mau dikata. Aku pasrah dan membiarkan semua mengalir begitu saja.
            Akhirnya kereta bergerak juga. Tidak ada yang berberda dari isi kereta. Semua terasa sama. AC yang memenuhi semua ruangan membuatku enggan unuk melepas jaket tipisku. Kursi kereta saling berhadapan satu sama lain. Sebuah jalan membelah menjadi dua sisi kanan dan kiri. Aku sama sekali tidak mengantuk. Entah apa yang akan ak lakukan nanti. Aku sudah mempersiapkan banyak hal. Bantal untuk tidur, Buku bacaan, dan satu kantong plastik makanan. Bahkan aku mempersiapkan alat mandi, mungkin aku ingin mandi. Hal yang mungkin bisa digunakan untuk membunuh waktu. Ternyata satupun tak ada yang aku sentuh. Hanya bantal yang tetap bertengger di leherku. Dan satu kotak susu untuk mengisi perut, supaya tak terlalu merasa bersalah. Aku bahkan sama sekali tidak beranjak dari tempat dudukku hanya sekedar untuk meluruskan kaki. Hanya sedikit merubah posisi. Sampai akhirnya datang seorang Ibu yang harusnya duduk disamping kanan ku. Dan aku harus berdiri untuk memberi jalan untuk si ibu.
            Aku pikir, saat itu aku benar-benar akan melakukan semua hal yang aku persiapkan itu. Nyatnya tidak

Tidak ada komentar:

Sebutir Kurma

"Mbak liat video yang kemaren itu yuk..." "Video yang mana dek?" "Itu Lo mbak yang ada tiga.. aku aja masih inget. ...