Dear, Irnanda Putri.
Aku tahu, saat
ini kau sedang tidak baik-baik saja. Sesuatu yang menimpamu hari ini adalah
sesuatu yang berat. Hal yang tidak mudah di terima oleh semua orang. Keberadaan
aku, mungkin tak berarti apa-apa. Begitupun dengan tulisan ini.
Ir, pernah
dengar istilah “the art of change”?. Segala sesuatu pasti akan berubah. Daerah
yang dahulu kosong, sekarang sudah terganti barisan gedung, jalan ramai dengan
kendaraan yang tiap detiknya berbeda. Seseorang yang dulunya sangat dekat di
sisi kita, bisa jadi menjadi seseorang yang amat sangat jauh, bahkan sangat
sulit untuk diraih. Tak peduli seberapa erat kau menggenggam tanggannya. Tak
peduli seberapa besar kau mencintainya. Ironis memang. Tapi begitulah
kenyataannya. Dan mau tak mau kita harus menerima kenyataanya.
Semua dari
kita akan kembali pulang. Tanpa harus kita tahu kapan saat itu tiba. Mama
adalah orang yang sanagat baik. Dan Allah juga akan menempatkan di tempat yang
amat sangat baik.
Jika kamu
ingin menangis, maka menangislah. Tapi jangan pernah lupa. kamu orang yang
kuat. Allah tahu itu. Percayalah, kau bisa menjalankan hidup ini tanpa mama
lagi.
Ir, belajar
sungguh-sungguh. Beri apa yang belum sempat kau beri pada mama di dunia.
Pasangkan mahkota di kepalanya kelak. Aku tahu mama mencintaimu. Maka cintailah
dia sepenuhnya.
Maaf, di hari
yang menyedihkan aku tak bisa turut menemanimu. Doaku untukmu. Aku tahu ini
tidak mudah. Tapi aku yakin kamu bisa. Aku turut berduka cita. Ada salam dari
umi Ir. Salam untuk pak’e dan keluarga.
Peluk hangat,
Hana

Tidak ada komentar:
Posting Komentar