Sabtu, 30 November 2019

Surat Untuk Kawan


Jalan kaki...

Assalamualiakum. Wr Wb.
Dear, Irnanda Putri.
Aku tahu, saat ini kau sedang tidak baik-baik saja. Sesuatu yang menimpamu hari ini adalah sesuatu yang berat. Hal yang tidak mudah di terima oleh semua orang. Keberadaan aku, mungkin tak berarti apa-apa. Begitupun dengan tulisan ini.
Ir, pernah dengar istilah “the art of change”?. Segala sesuatu pasti akan berubah. Daerah yang dahulu kosong, sekarang sudah terganti barisan gedung, jalan ramai dengan kendaraan yang tiap detiknya berbeda. Seseorang yang dulunya sangat dekat di sisi kita, bisa jadi menjadi seseorang yang amat sangat jauh, bahkan sangat sulit untuk diraih. Tak peduli seberapa erat kau menggenggam tanggannya. Tak peduli seberapa besar kau mencintainya. Ironis memang. Tapi begitulah kenyataannya. Dan mau tak mau kita harus menerima kenyataanya.
Semua dari kita akan kembali pulang. Tanpa harus kita tahu kapan saat itu tiba. Mama adalah orang yang sanagat baik. Dan Allah juga akan menempatkan di tempat yang amat sangat baik.
Jika kamu ingin menangis, maka menangislah. Tapi jangan pernah lupa. kamu orang yang kuat. Allah tahu itu. Percayalah, kau bisa menjalankan hidup ini tanpa mama lagi.
Ir, belajar sungguh-sungguh. Beri apa yang belum sempat kau beri pada mama di dunia. Pasangkan mahkota di kepalanya kelak. Aku tahu mama mencintaimu. Maka cintailah dia sepenuhnya.
Maaf, di hari yang menyedihkan aku tak bisa turut menemanimu. Doaku untukmu. Aku tahu ini tidak mudah. Tapi aku yakin kamu bisa. Aku turut berduka cita. Ada salam dari umi Ir. Salam untuk pak’e dan keluarga.
Peluk hangat,

Hana

Tidak ada komentar:

Sebutir Kurma

"Mbak liat video yang kemaren itu yuk..." "Video yang mana dek?" "Itu Lo mbak yang ada tiga.. aku aja masih inget. ...